Ilustrasi, sumber foto: Reuters
Glx Games - Pemerintah Jerman pada Senin (6/9/2021) memperingatkan Rusia tentang serangan siber dan pencurian data yang marak belakangan ini. Peringatan ini disampaikan jelang digelarnya pemilihan parlemen di Jerman pada akhir September mendatang.
Sejak awal tahun ini, Rusia dan negara-negara Eropa telah berselisih atas tuduhan spionase. Beberapa waktu lalu, Jerman juga menangkap seorang warga Rusia yang dicurigai sebagai mata-mata.
Anggota parlemen Jerman mengalami serangan siber
https://twitter.com/JuliaDavisNews/status/1434919395864813571?s=20
Peringatan Jerman kepada Rusia dilatarbelakangi oleh kehadiran beberapa anggota parlemen federal dan lokal yang menjadi sasaran serangan siber. Bahkan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Andrea Sasse mengatakan, "Ada temuan yang dapat dipercaya bahwa aktivitas kelompok peretas Ghostwriter berada di balik serangan itu dan dapat dikaitkan dengan lembaga pemerintah Rusia, terutama intelijen militer GRU."
Pada Juli tahun lalu, intelijen Jerman telah memperingatkan bahwa akan ada serangan intensif dari kelompok Ghostwriter sejak Februari. Oleh karena itu, pihaknya sedang mempersiapkan operasi hack and leak.
Ada kemungkinan bahwa informasi yang dicuri akan dipublikasikan di kemudian hari, apakah dokumen tersebut berisi informasi seperti biasa atau telah diubah dan diselewengkan, lapor The Washington Post.
Jerman meminta Rusia untuk menghentikan tindakan ini
Dilansir dari Associated Press, Sasse juga mengatakan pemerintah Jerman telah langsung meminta pemerintah Rusia untuk menghentikan aktivitas serangan siber ini sesegera mungkin.
Permintaan ini juga disampaikan setelah pertemuan antara pejabat Jerman dan Rusia pada Kamis dan Jumat untuk membahas kebijakan keamanan. Wakil Menteri Luar Negeri Jerman Miguel Berger juga mengangkat isu penting ini bersama dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia.
Sasse menambahkan, “Serangan siber yang terjadi akhir-akhir ini bisa jadi merupakan persiapan untuk operasi pengaruh dari entitas asing, seperti penyelewengan informasi kampanye yang nantinya akan mempengaruhi warga negara yang ingin memilih.”
Pemilihan parlemen akan menentukan pengganti Kanselir Angela Merkel
https://twitter.com/TOP_Platform/status/1432619312666365953?s=20
Menjelang pemilihan parlemen Jerman yang akan diselenggarakan pada 26 September, ada upaya peretas untuk mendapatkan data login pribadi anggota parlemen. Tujuan para peretas adalah untuk mencuri identitas pejabat negara di Jerman, dikutip dari DW.
Kanselir Jerman Angela Merkel membantah bahwa pemerintahnya berusaha memberikan tekanan politik untuk memblokir kantor berita RT, yang diketahui menerima dana dari pemerintah Rusia. Namun, Agustus lalu, Luksemburg yang memutuskan untuk membatalkan lisensi untuk media massa Rusia.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada hari Senin menuduh Jerman mencoba menekan stasiun berita dan mengklaim bahwa "Mereka mengatakan apa yang media Jerman tidak berani katakan."
Di sisi lain, pemilihan parlemen ini akan menentukan siapa yang akan menggantikan Angela Merkel yang telah menjabat selama hampir 16 tahun. Pasalnya, dia memutuskan untuk tidak kembali mencalonkan diri sebagai pemimpin di Jerman, dilansir Associated Press.

0 Comments